Jakarta, 16 Mei 2025 – Pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan embedded SIM (eSIM) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keamanan registrasi kartu SIM. Teknologi ini dilengkapi dengan sistem biometrik canggih, yang diklaim mampu mencegah penggunaan identitas palsu saat pendaftaran nomor baru.
Menurut Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, sistem eSIM menawarkan perlindungan ekstra melalui penerapan verifikasi wajah atau face recognition. “Dulu, seseorang bisa mendaftarkan nomor dengan KTP milik orang lain. Namun, dengan sistem biometrik, nomor KTP saja tidak lagi cukup,” ujar Edwin saat konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta.
Teknologi Biometrik eSIM Terhubung dengan Data Dukcapil
Sistem biometrik yang terintegrasi dalam layanan eSIM memungkinkan proses verifikasi wajah langsung, yang kemudian dicocokkan dengan database resmi milik Dukcapil. Tingkat akurasi sistem pengenalan wajah ini telah mencapai level enam dengan kemiripan data sebesar 95,6 persen.
Lebih lanjut, Edwin menjelaskan bahwa sistem hanya menerima pemindaian wajah secara langsung. Artinya, pengguna tidak bisa menggunakan foto atau gambar sebagai pengganti, sehingga peluang terjadinya penyalahgunaan identitas menjadi sangat kecil. “Hal ini membuat penyalahgunaan identitas hampir mustahil dilakukan,” tegasnya, dikutip dari Antara.
Sudah 700.000 Pengguna eSIM Biometrik di Indonesia
Sejak peluncurannya pada Februari 2025, tercatat sudah lebih dari 700.000 pelanggan di Indonesia yang menggunakan eSIM berbasis biometrik. Pemerintah kini terus mendorong operator seluler untuk memperluas adopsi teknologi ini di seluruh wilayah Indonesia.
Selain menawarkan keamanan tinggi, eSIM juga membawa berbagai keuntungan lainnya, termasuk:
- Mendukung pengembangan ekosistem Internet of Things (IoT)
- Mempermudah migrasi nomor antar operator tanpa harus mengganti kartu fisik
- Menyederhanakan proses aktivasi nomor
- Mengurangi limbah plastik dari kartu SIM fisik
- Meningkatkan efisiensi operasional industri telekomunikasi
Tren Global Migrasi ke eSIM
Indonesia bukan satu-satunya negara yang mulai serius mengembangkan teknologi eSIM. Di tingkat global, penggunaan eSIM telah menjadi tren yang terus meningkat. Diperkirakan, pada akhir tahun 2025, jumlah perangkat yang mendukung eSIM global akan menembus angka 3,4 miliar unit.
Namun, meskipun potensinya besar, tingkat adopsi eSIM di Indonesia masih memerlukan dukungan aktif dari operator seluler, terutama dalam hal edukasi publik dan penyediaan perangkat yang kompatibel.
Kesimpulan: Masa Depan Registrasi Nomor Seluler Ada di eSIM
Transformasi digital dalam industri telekomunikasi Indonesia kini semakin nyata dengan hadirnya eSIM berbasis biometrik. Tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi, teknologi ini juga menjawab tantangan serius soal keamanan data pribadi dan penyalahgunaan identitas.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi para operator, eSIM siap menjadi solusi modern registrasi SIM card di era digital saat ini dan ke depan.
