Penemuan Ikan Purba Coelacanth di Maluku Utara, Dorong Upaya Konservasi Laut Dalam

Maluku Utara kembali mencuri perhatian dunia ilmiah setelah ditemukannya spesies ikan purba langka bernama coelacanth (Latimeria menadoensis) di wilayah perairan laut dalamnya. Penemuan ini langsung memicu langkah serius dari berbagai pihak untuk mengembangkan kawasan konservasi laut dalam, demi melindungi habitat spesies yang sudah ada sejak zaman purba tersebut.

Upaya Konservasi Laut Dalam untuk Coelacanth di Maluku Utara

Tim peneliti dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, bekerja sama dengan UNSEEN (Underwater Scientific Exploration for Education), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta peneliti dari Universitas Udayana dan Universitas Khairun, kini tengah berfokus pada pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di wilayah penemuan coelacanth tersebut.

Menurut Dr. Giino Limmon, ilmuwan dari Unpatti yang memimpin ekspedisi penemuan ini, spesies coelacanth termasuk dalam daftar perlindungan internasional CITES Appendix II, namun perlindungan habitatnya masih sangat minim.

“Habitat coelacanth harus dilindungi karena populasinya sangat terbatas secara global. Tanpa perlindungan habitat, spesies ini terancam punah,” ujar Dr. Limmon seperti dikutip dari Antara, Sabtu (31/5).

Pentingnya Kawasan Konservasi Perairan (KKP) bagi Coelacanth

Pendirian KKP dinilai menjadi solusi penting dalam upaya pelestarian coelacanth di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan,
  • Mencegah pencemaran laut,
  • Mengontrol pembangunan wilayah pesisir,
  • Dan memperkuat kebijakan hukum perlindungan spesies laut.

Peneliti BRIN, Dr. Augy Syahailatua, yang juga terlibat dalam proyek ini, menambahkan bahwa keberadaan KKP akan membuka peluang lebih luas dalam penelitian coelacanth secara ilmiah.

“Kawasan konservasi akan memperkuat pemahaman kita terhadap spesies purba ini, dan mendorong lahirnya kebijakan perlindungan yang lebih kuat,” ungkapnya.

Penemuan yang Menguak Misteri Zona Laut Dalam Indonesia

Coelacanth ditemukan hidup di ekosistem terumbu karang mesofotik, sebuah zona laut yang jarang dijamah manusia. Temuan ini tidak hanya membuktikan bahwa laut dalam masih menyimpan banyak misteri, tetapi juga menegaskan bahwa perairan Indonesia menjadi habitat penting bagi spesies-spesies kuno yang belum sepenuhnya terungkap.

Selain memperluas data mengenai sebaran geografis coelacanth di Indonesia, penemuan ini sangat penting dalam studi evolusi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati laut.

Lokasi Penemuan Dirahasiakan demi Perlindungan Spesies

Untuk menghindari gangguan manusia, lokasi tepat penemuan coelacanth di Maluku Utara sengaja dirahasiakan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan habitat alami coelacanth serta mendukung penerapan kebijakan konservasi laut yang lebih ketat dan tepat sasaran oleh pemerintah.

Sejarah Penemuan Coelacanth di Indonesia

Sebagai informasi, coelacanth pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1997 oleh peneliti Arnaz dan Mark V. Erdmann. Mereka mendokumentasikan spesimen ikan purba ini dari pasar ikan di Manado, Sulawesi Utara. Sejak saat itu, spesies ini menjadi simbol penting dalam penelitian laut dalam dan pelestarian spesies langka.

Keanekaragaman Hayati Maluku Utara Perlu Dijaga

Penemuan terbaru coelacanth di perairan Maluku Utara membuktikan tingginya keanekaragaman hayati laut Indonesia, khususnya di kawasan timur. Hal ini juga menegaskan pentingnya eksplorasi laut dalam secara berkelanjutan untuk mengungkap spesies baru sekaligus melindungi warisan biologi laut dari ancaman kepunahan.

Kesimpulan

Penemuan ikan purba coelacanth di perairan Maluku Utara menjadi pengingat pentingnya pelestarian laut dalam Indonesia. Dengan langkah serius melalui pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP), para ilmuwan dan pemerintah daerah berharap dapat menjaga keberlangsungan spesies ini dari ancaman aktivitas manusia.

Upaya ini tidak hanya mendukung konservasi spesies langka, tetapi juga membuka peluang besar bagi riset ilmiah dan penguatan kebijakan lingkungan di masa depan.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *